Tanda Titik dan Koma
Kasih…
Tatkala ku tundukan kepala
…mata terpejam,…
hati berbisik lirih
ku beningkan jiwa…,tuk endapkan lumpur khilaf terpelanting ke pusat pusaran langit yang tak berawan,
Jatuh tersungkur di kobangan hitam yang legam
Mencoba bangkit di antara serpihan puing harapan yang tersisa
Bisikan lirih…
dan panggilan jiwa…
ternyata tidak harus selalu terucap
karena dalam diam pun kita masih bisa mendengar setiap bisikan hati
Kasih…
Ketika kita mengingat kegetiran hidup yang pernah singgah
Ada rasa luka yang tak mudah diobati
Kepedihan itu terlalu perih tuk dirasakan…
Tapi roda kehidupan akan terus berputar…
…berjalan menelusuri lorong – lorong yang masih tersisa
Dan ketika ku mencoba merajut kata demi kata
Memaknai akan panggilan lirih yang kau sampaikan…
Spontanitas jemari menulis sesuatu tuk disampaikan
Karena…
…ku tahu ada sinar yang ingin teraih
Ada angin yang terus menyapa
Ada raga yang terus meronta
Sesal itu ingin tertinggal
Tapi kenyataan memang itu adanya
Kasih…
Pastikan diri tuk raih sinar Illahi…
yang kan jadi jalan penerang
dan menuntun kita berjalan menapaki hari ke ajalan yang lurus
Tetapkan jiwa tuk tak berpaling lagi dari sentuhan kasih-Nya
Mengejar pelangi tanpa henti
…tanpa pupus harapan terus mencoba berlari
…
Siulan burung di pagi hari
Menjadi iringan musik pemberi gairah
bahwa hidup tidak pernah mengenal “tanda titik”,
karena kita selalu menemukan “tanda koma”
…artinya harapan baik itu selalu ada
Bagi siapa saja…
…yang mencoba terus tanpa lelah untuk mendapatkannya
Kasih..
Selamat untuk terus menikmati perputaran waktu
…melalui perjuangan panjang yang kan kau tempuh
dan di saat kau merasa lelah
percayalah…
bahwa kan selalu ada tangan yang kan menolong kita…
-DIKUTIP DARI TULISAN SAHABATKU-
Maret 14, 2010 pada 8:33 pm
saya perhatikan beberapa tulisan di blog ini merupakan kutipan dari sahabat. memang kutipan? atau anda malu mengaku sebagai penulis aslinya. padahal bagus2 lho.
dan orang yang terbiasa membaca puisi sebagus ini pasti bisa bikin sendiri. coba deh tulis.
Maret 14, 2010 pada 9:59 pm
Hehehe…. di blog ini sih 80% tulisan aq, 20%nya kutipan, maklum msh belajar
Maret 21, 2010 pada 3:58 am
tatkala ku tundukan kepala
mata ku terpejam
sembari tgnku ku rentangkn lebar2
dg ucapan lirih dari mulutku
aku mendesah dalam doa dan kalimat suci
kulapalkan stu demi satu untukMu
April 1, 2010 pada 12:47 am
wahhh bagus
, btw thanks yah dah jd teman blog, Lelidee sekarang dah ada linknya sbg cerita sahabat di cerita disini, kamu bisa buka ke homepage dan lihat di menu atas http://ceritadisini.blogspot.com atau langsung ke halaman http://ceritadisini.blogspot.com/2010/04/cerita-sahabat.html
hehehe
April 9, 2010 pada 2:05 am
Wokeh deh den, sip deh… Keep posting bro
April 15, 2010 pada 10:25 pm
blok walking…
artikel2 nya keren2
aku suka ^_^
April 18, 2010 pada 11:28 pm
Halo Rudi..
thx u udah blog walking kesini, dan thx u utk pujiannya hihihih
sering2 mampir yah
Keep Blog Walking.
Juni 7, 2010 pada 10:20 pm
Wach……..bener2 menusuk hingga titik terdalam dari sebuah perasaan. Selamat berkarya dan salam persahabatan.
Juni 9, 2010 pada 9:11 pm
THank U yah… salam persahabatan juga