Ketika Dekat Dengan-Nya

Posted in Campur Sari, Cinta, Iman with tags on September 23, 2010 by lelidee

 

Ketika bibir ini bergetar…
Denyut nadi membuncah ke sekujur tubuh
Diam membisu dibalik sejuta amarah
…ntah pada siapa…?

Ketika dada ini terasa sesak…
…puing – puing kehidupan tampak nyata di depan mata
…reruntuhan itu tidak sekedar menyisakan guratan kesedihan
…tapi air mata terus mengalir tiada henti
…mencari muara, dimana ia bisa berkumpul di pesisir duka

Lalu kucari tempat yang indah…
…untuk berkontemplasi dengan Dia Sang Maha Pencipta
…yang selalu hadir saat diperlukan hamba-Nya
…yang selalu mendengar seluruh keluh kesah
…bahkan mengetahui bisik hati di tempat yang sunyi

Maka…,
Ku bersujud di tempat yang sungguh sangat indah
Membasuh anggota badan untuk mensucikan diri…
Lalu bermohon dengan kebeningan hati
…penuh prasangka baik
…bahwa Dia pasti kan memberikan yang terbaik buat hamba-Nya

Di sanalah kutemukan kesejatian yang hakiki
…bahwa kesempurnaan hidup sejatinya adalah …
…tatkala kita merasakan bahwa Dia selalu dekat dengan kita
…dan sebuah pondasi keyakinan bahwa,
…sesungguhnya Allah selalu dekat dengan kita
Tapi…
Perilaku kita yang selalu menjauhi-Nya
…bahkan kita berprasangka buruk pada-Nya
Padahal Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
…selalu menghamparkan permadani maaf bagi siapapun yang ingin
mendekati-Nya….
Cinta dan kasih sayang-Nya sungguh sangat luar biasa…
Tak bisa dibayangkan dengan imajinasi yang sangat terbatas
Mendekatlah….
…bersujudlah….
……itulah nikmatnya kehidupan ketika dekat dengan-Nya. Amin..

 

DISUNTING DARI TULISAN SAHABATKU

Ketika aku mengetuk pintu hatimu

Posted in Campur Sari, Cinta, Sosial with tags , on April 21, 2010 by lelidee

Ketika suatu hari ku datang padamu,
Berjalan menelusuri jalan setapak diantara lorong sunyi hatimu
Lelah memang…
…tapi rasa lelahku belum apa – apa,
…dibanding kelelahan menahan kerinduanku padamu

Kok bisa…?
Mungkin itu sebuah ungkapan yang terlalu vulgar dan tergesa – gesa
…bukan…,bukan vulgar
Tapi sebuah kejujuran tuk ungkapkan asa

Iya tapi kok seperti tergesa – gesa…?
Sesungguhnya asa tak mengenal jarak…
Ia tak mengenal waktu,
Bukan soal lama dan sebentar
Bukan soal dekat atau jauh
Tapi…,soal keberanian tuk ungkapkan asa

Asa tak pernah bisa disembunyikan
Walaupun dipaksa dikurung dan ditahan…
Ia kan tetap keluar bebas berkelana
…melanglang buana…melayang di ujung cakrawala
Tuk melihat dan mencari si pencuri hati
…yang telah mendapatkannya…
…dan mengambil seluruh perhatian dari jiwanya

Ah…andaikan semua itu bisa mudah…
Tapi itu bukan perjuangan,
Kebahagiaan bukanlah barang murah
…karena ia kan kita dapatkan ketika kita memiliki kesungguhan
Melepaskan ego tentang “Aku”
…karena seharusnya kita bicara tentang “Kita”
Bukan “Seharusnya Ia mengerti”
…tapi “sebaiknya kita saling memahami”

Sudah terlalu jauh kita saling melangkah…
Sudah terlalu cepat kita berlari,
…tapi tetap kita tak bisa saling menjauh
…manakala dua hati sudah terikrar dalam janji suci

Dan ketikaku mengetuk pintu hatimu
Itu bukanlah ketukan yang pertama
…karena akan ada ketukan kedua, ketiga, dan seterusnya
…sampai ketukan itu tidak ada lagi
…hilang senyap, manakala kita sudah bersama

Tanda Titik dan Koma

Posted in Campur Sari, Cinta, Sahabat with tags , on Maret 10, 2010 by lelidee

Kasih…
Tatkala ku tundukan kepala
…mata terpejam,…
hati berbisik lirih
ku beningkan jiwa…,tuk endapkan lumpur khilaf terpelanting ke pusat pusaran langit yang tak berawan,
Jatuh tersungkur di kobangan hitam yang legam
Mencoba bangkit di antara serpihan puing harapan yang tersisa

Bisikan lirih…
dan panggilan jiwa…
ternyata tidak harus selalu terucap
karena dalam diam pun kita masih bisa mendengar setiap bisikan hati

Kasih…
Ketika kita mengingat kegetiran hidup yang pernah singgah
Ada rasa luka yang tak mudah diobati
Kepedihan itu terlalu perih tuk dirasakan…
Tapi roda kehidupan akan terus berputar…
…berjalan menelusuri lorong – lorong yang masih tersisa

Dan ketika ku mencoba merajut kata demi kata
Memaknai akan panggilan lirih yang kau sampaikan…
Spontanitas jemari menulis sesuatu tuk disampaikan
Karena…
…ku tahu ada sinar yang ingin teraih
Ada angin yang terus menyapa
Ada raga yang terus meronta
Sesal itu ingin tertinggal
Tapi kenyataan memang itu adanya

Kasih…
Pastikan diri tuk raih sinar Illahi…
yang kan jadi jalan penerang
dan menuntun kita berjalan menapaki hari ke ajalan yang lurus
Tetapkan jiwa tuk tak berpaling lagi dari sentuhan kasih-Nya
Mengejar pelangi tanpa henti
…tanpa pupus harapan terus mencoba berlari

Siulan burung di pagi hari
Menjadi iringan musik pemberi gairah
bahwa hidup tidak pernah mengenal “tanda titik”,
karena kita selalu menemukan “tanda koma”
…artinya harapan baik itu selalu ada
Bagi siapa saja…
…yang mencoba terus tanpa lelah untuk mendapatkannya

Kasih..
Selamat untuk terus menikmati perputaran waktu
…melalui perjuangan panjang yang kan kau tempuh
dan di saat kau merasa lelah
percayalah…
bahwa kan selalu ada tangan yang kan menolong kita…

-DIKUTIP DARI TULISAN SAHABATKU-

ADA APA DENGAN MADONNA & MUHAMMAD ???

Posted in Campur Sari, Cinta, Iman, Sahabat with tags , , on Januari 8, 2010 by lelidee

Desember, Akhir November…. Satu tahun yang lalu…
Awal pembicaraan Madonna dan Muhammad adalah masalah jodoh alias ta’aruf,
bukan ta’aruf asli, tapi palsu alias comblang-combalangan…

Madonna perempuan, Muhammad laki-laki
Madonna single, Muhammad juga single
Madonna sahabat Muhammad.. Begitupun bagi Muhammad, Madonna adalah sahabat baiknya…

“Bersedia tidak jika Madonna pakai Jilbab?”

Sontak setelah Madonna mendengar kalimat pertanyaan itu, Madonna menjadi terkaget-kaget…Diluar dugaan, maksud hati ingin minta di ta’arufkan, tapi Muhammad malah menyebutkan kalimat pertanyaan itu sebelum ta’aruf di kabulkan.

Madonna bukan seorang perempuan yg selalu terlihat soleha, dia hanya perempuan biasa yang sedang menikmati hidupnya, dia bebas tapi teratur, dia liar tapi kalem, dan dia tentunya tidak (belum) berjilbab…

Lalu, apakah demi ta’aruf dan demi mendapatkan pasangan laki-laki Madonna akan memakai jilbab, syarat yang diajukan oleh Muhammad itu ???…

I Don’t Think So..
TIDAK !!!
Jawabannya adalah tidak…

Baginya bukan alasan dia memakai jilbab demi dipilih laki-laki untuk di peristri.
Dan Muhammad pun menghargai keputusan Madonna…

Tapi Allah berkehendak lain.
Allahlah yang membolak-balikan hati manusia,..
Madonna berubah pikiran dalam beberapa hari setelah pembicaraan itu,
tiba-tiba ingin berjilbab…ia ingin menggunakan kerudung di kepalanya,menutupi helai rambutnya, menyingkap sedikit dahinya, ia ingin melapisi auratnya, ia ingin beberapa bagian dari tubuhnya yang ‘menonjol’ yang biasa jadi bahan pujian para lelaki menjadi terbatasi, ia tidak ingin…. Ia tidak ingin….. Dsb,dsb,dsb…Mmmmm….Mmmm…

Bukan demi laki-laki, tapi demi dirinya dan Tuhannya…
Pergolakan dalam hati begitu ruwet, terkadang ia menangis sendiri,
terkadang ia tersenyum sendiri,
berkaca di depan cermin sendiri,
dan bertanya pada diri sendiri…
tapi Madonna tetap yakin,
dia Ingin,
ingin…
dan INGIN….

Lalu…Madonna kembali bertanya kepada Muhammad, karena hanya Muhammadlah yang mengerti tentang masalah ini..
Ia bertanya ada apa dengan dirinya???…
Ada apa?…
Kenapa Madonna merasa hatinya bergolak?..

Dengan bijak, Muhammad hanya berkata…
‘Itu adalah proses dari Tuhan Madonna, ikuti saja, rasakan, jika kau yakin..LAKUKAN…
Jika Tuhan mendukungmu, lalu kenapa aku tidak mendukungmu’.

Muhammad adalah sahabat Madonna…sudah sepantasnya mereka saling bantu dan dukung dalam menyelesaikan masalah.

‘Jika memang kau perlu bantuan, aku akan membantumu Madonna, materill, spiritual, dsb…aku akan selalu ada’, Ungkap Muhammad.

Subhanallah…
Tak ada penolakan lagi bagi Madonna untuk keinginannnya…
Lakukan sekarang, tidak ada waktu lagi…
Madonna tak bisa berlama-lama dengan pergolakkan ini…

Ini pilihan Madonna,tidak ada tekanan,tidak ada paksaan..
Ini bukan perintah Muhammad,
Tapi perintah Tuhan,..
Tuhan Madonna dan Muhammad… Dialah Allah Ya Karrim..

Bismillah…

SEMUA UNTUKMU

Posted in Campur Sari, Cinta, Sahabat, Sosial with tags , , on Desember 15, 2009 by lelidee

Sahabat…
Saya bukanlah pujangga yang pandai merangkai kata. Saya hanyalah seorang pengembara di alam nan fana. Mencoba menapakan kaki, melangkah dengan tertatih – tatih, menghayati jati diri….dari mana dan mau kemana ?

Jika saat ini di sini,
…lalu esok atau lusa akan berjalan kemana…???
Ada beberapa teman yang telah tiada…
Padahal rasanya baru kemarin saya bersama mereka…
Tapi kini….saya tak tahu mereka dimana dan sedang apa ?

Sahabat…
Hidup ini memang memiliki ragam aneka warna
Penuh dengan harapan….ada sedikit kisah romantika cinta.
Juga berhiaskan beberapa episode duka, luka dan kecewa
Semua menyatu dalam sejumput kenyataan hidup yang harus kita hadapi

Boleh jadi suatu waktu kita pernah menerawang ke alam khayal.
Menikmati indahnya fatamorgana di negeri antah berantah. Hidup selalu penuh senyum,
menikmati keindahan cinta penuh bahagia
hidup penuh gairah dalam hangatnya dekapan penuh kasih

Tapi sayang…,kita hidup di alam realita. Yang pasti tidak selalu senyum yang kita dapati, karena ada saatnya kita minitikan air mata
…tuk merasakan nikmatnya hidup dengan sesama

Sesungguhnya aku kagum dengan ketegaran hidup yang kau miliki
Kau tetap melangkah dalam bara…
Kau tetap tersenyum dalam luka…
Kau goreskan air mata,…di lubuk hati yang terdalam
sehingga tak seorangpun tahu
akan pedihnya hidup yang sedang kau jalani

Sahabat…Tatkala ku mengenang air matamu yang berlinang, mengalir lambat membasahi pipi,
…dan hangatnya pedih yang kau rasakan…merayap perlahan membasahi asa yang terpendam

Kau bangunkan jiwaku yang terlelap lelah,
Namun tidak mengapa, karena tak mungkin aku terdiam saat kau terluka
Kau cerita banyak mengenai pengalaman hidup yang kau alami
Dengan kata yang terbata – bata…
…dan diselingi isak tangis kau tetap bercerita kisah duka
Aku diam…
aku dengar dan aku menyimak…
memaknai arti hidup dan mencoba mencari solusi terbaik
memang ada banyak pilihan dan resiko
semua harus dipertimbangkan secara baik
dan pada akhirnya harus ada keberanian mengambil resiko
…resiko yang mungkin terpahit dari pilihan yang terbaik
Pasti pahit…dan getir…
Tapi memang itu yang harus dijalani…
Dan setelah itu darah penuh nanah dari luka yang menggangga
Akan terhenti tuk selamanya…
…dan menjalani hidup apa adanya…
…menjemput senyum bahagia yang memang harus kau dapatkan

Lalu…
Kau tulis banyak cerita bahagia dalam buku harian
dimana ada bulan dan sejuta bintang yang selalu menemani
ada embun pagi yang selalu menyegarkan
dan mentari pagi yang menghangatkan
Itulah happy ending yang kuharapkan…
Selamat tersenyum dan berbahagialah
Jangan biarkan air mata terus terkuras lelah

Lihatlah…
Banyak mawar yang kutanam…
Mereka kini mulai mekar dan menawan
Semua menyambutmu…
Dan semua untukmu…

DIKUTIP DARI TULISAN SAHABATKU

TERTULIS DUA NAMA

Posted in Campur Sari, Cinta, Sahabat, Sosial with tags , on November 17, 2009 by lelidee

Kasih…
Ada banyak kisah romantik yang pernah kita miliki
Dan mungkin saat inipun kita menanti kisah di episode selanjutnya.

Tapi haruskah semuanya bertabur senyum dalam gemerlap kebahagiaaan.
Ataukah semua harus terbenam dalam nestapa yang mengharubirukan air mata

Ah…mungkin jika suatu masa akan datang, Berjalan menyisir pesisir jalan di sepanjang pantai kehidupan.
Bergenggam tangan menikmati indahnya alam
Bercerita tentang bahagianya kebersamaan…
…dan bahagia diberi kesempatan untuk berjalan dengan sendal kerinduan

Ingatkah…
…desir angin yang menjadi musik indah langkah kita
…debur ombak yang semakin menghangatkan suasana
Ketenangan dalam rengkuh selimut do’a

Lalu kau tuliskan dua nama di pasir putih…
…dalam lingkaran seni seperti jantung hati
…tapi aku tak mengerti…
Lalu kau ambil pelepah kerang yang kasar,
…kau tuliskan kembali dua nama di sebuah batang pohon
…lagi – lagi kau lingkari dengan jantung hati
Lau ku bertanya…,
kenapa kau harus menulis dua kali ?
Saat itu kau jawab…,
Tulisan pertama adalah ungkapan asa
…asal tahu…, karena setelah itu ombak laut akan menghapusnya
Dan tulisan kedua simbol kesetiaan yang harus selalu dijaga
…ia akan tahan lama, dan siapapun bisa membacanya
…agar yang lain tahu…,bahwa kita akan selalu tetap bersama

Ada binar bahagia di sudut mata indahmu,
…saat kau ungkapkan asa terdalam yang kau punya
…sebuah senyum dan anggukan…
…merupakan jawaban sempurna yang kau damba
Tapi sayang…,
…kisah yang kita miliki tidak selalu harus berakhir bahagia

Tatkala aku pamit…,
Ketika sang ajal tiba…
…menjemputku untuk pergi selama – lamanya…
…jasadku diurug tanah merah dengan membawa segenggam cinta
…yang takkan pernah lepas dan takkan mungkin terhapus…
…karena dalam genggaman itu ada satu nama yang selalu ia jaga
…ia rawat penuh kasih,
…terukir dengan tinta emas di monumen jiwa
Lalu dari alam yang berbeda aku hanya bisa melambaikan tangan…
Tanda sebuah perpisahan…
Kau bisa melihatnya…
Kau bisa menatapnya…
…saat papan nisan tertancap kuat di atas pusara pemakamanku.

DIKUTIP DARI TULISAN SAHABATKU

DIA yang baru, Mercusuarku…I Love U.

Posted in Campur Sari, Cinta with tags , , , , on November 9, 2009 by lelidee

mercusuarMercusuar itu tampak gagah ditengah laut yg indah.
Begitu menarik, aku ingin mendekatinya,aku ingin berada disana, hidup disana, bersama dia,dia yang kucinta, harapanku, selamanya…

Perjalanan menuju kesana tampak menantang walaupun ada kerikil-kerikil tajam yang menusuk kakiku.

Lanjutkan,gumamku dalam hati.
Karena aku ingin sampai kesana, ke mercusuar indah itu.

Upss, ditengah perjalanan aku berhenti,karena kakiku terbesit batu kecil yang tajam.
Ini salahku, karena aku mengunakan high heels huuhhh …
Bodoh sekali aku, tidak bisa melihat situasi dan kondisi..aku salah kostum hiks..hikss…
Diapun memarahiku karena terlalu tampil gemulai menuju mercusuar itu..
Dia galak sekali, seperti anjing harder, aku hanya mendengarkannya saja, tak bisa membantah.

Terpaksa aku istirahat sebentar, aku tidak bisa melanjutkan perjalanan ini sementara waktu.
Tapi, tampaknya dia ingin terus berjalan menuju mercusuar itu tanpa aku.
Aku tidak bisa memaksa dia untuk tetap menemaniku menahan rasa sakit kakiku yang hanya sementara ini.

Dia pergi meninggalkanku,sungguh egois dia.
Tega sekali…Terlalu..Tak ada iba…
Tapi ada dayaku.

Aku optimis, aku pasti bisa sendirian, aku bisa mandiri, tanpa dia.

Hmmm..kakiku sudah membaik, aku ingin lanjutkan perjalananku.
Kesana, bukan untuk menyusulnya…
Aku ingin kesana, ingin hidup disana, di dekat mercusuar itu, yang gagah itu, yang lebih menarik dari sekedar dia.

Lupakan dia yang egois, yang tega, yang terlalu, dan yang tak ada iba.
Dan hanya ingatlah dia yang gagah, dia yang lembut, dia yang ngayomi, dia yang baru.

DIA yang baru, Mercusuarku…I Love U.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.